Mobil Murah Meluncur, Orang Tua Harus Lebih Bertanggung Jawab

1 Oct 2013

mobil-mobil-lcgc

Data kecelakaan sepanjang 2012 yang dirilis oleh Polda Metro Jaya mencatat kecelakaan lalu lintas dengan pelaku utama anak-anak di bawah usia 16 tahun terjadi sebanyak 104 kasus. Dan pada tahun 2013 sendiri, kasus teranyar adalah kecelakaan maut yang terjadi di jalan Tol Jagorawi beberapa waktu yang lalu, dimana seorang anak dari musisi terkenal di Tanah Air yang masih berusia 13 tahun mengalami kecelakaan fatal dengan mobil sedan sportnya. Kecelakaan tersebut bukan hanya melukai sang anak yang mengemudikan mobil tersebut namun juga telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari pihak lain.

Beberapa bulan sebelumnya, kejadian serupa terjadi di jalan Tol Cipularang dimana seorang ABG berusia 18 tahun kehilangan kendali saat memacu mobil yang dikendarainya dalam kecepatan tinggi. Bahkan, melalui jejaring sosial yang dimilikinya, sang ABG tersebut diketahui memang sering memamerkan kecepatan mobil yang dikendarainya pada saat sedang melaju kencang.

Dua kejadian diatas setidaknya dapat mewakili kesimpulan bahwa untuk mengedarai sebuah kendaraan, khususnya mobil, bukan hanya diperlukan batasan usia tertentu saja untuk mendapatkan legalitas melalui sebuah Surat Izin Mengemudi (SIM), namun yang paling utama adalah perlunya faktor kedewasaan.

Karena melalui faktor kedewasaan, setiap pengemudi bukan hanya mampu mengenali kondisi dan keadaan disekelilingnya, namun mampu memahami setiap resiko dari setiap tindakan yang dilakukan ketika berada dibalik sebuah kemudi kendaraan yang sedang dikendarainya.

Guna membatasi atau bahkan menghilangkan jumlah pengemudi yang masih dibawah umur berlalu-lalang di jalanan, peran orang tua sebagai orang terdekat sepertinya menjadi sangat penting.

Budaya memberikan hadiah kendaraan atau mengajarkan dan memperbolehkan anak untuk mengendarai kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, pada moment-moment tertentu seperti hari ulang tahun dan lainnya, sepertinya harus diubah atau bahkan dihilangkan. Sebab jelas-jelas hal tersebut berdampak negatif bagi budaya berkendara di negeri kita tercinta. Bila perlu, ajarkan anak-anak tercinta mengenai bagaimana cara berkendara yang baik dan benar serta bertanggung jawab.

Dan seeiring meluncurnya program mobil murah ramah lingkungan (LCGC) dimana harga jual mobil menjadi lebih terjangkau, para orang tua seyogyanya dapat berlaku lebih bijak lagi dengan tidak membeli mobil-mobil LCGC ini sebagai hadiah untuk anak-anak Anda. Karena bukan kebahagiaan yang akan Anda berikan, namun justru bisa menjadi malapetaka yang membahayakan.

Semoga dengan semakin terjangkaunya harga kendaraan roda empat di Tanah Air tidak serta-merta menambah jumlah pengemudi dibawah umur yang berlalu-lalang dijalanan, sehingga tidak menambah pula angka kecelakaan yang melibatkan anak dibawah umur sebagai pelakunya.

Pendapat Anda?


TAGS mobil murah kecelakaan lalu lintas kedewasaan berkendara


-

Author

Follow Me