Mobil Murah LCGC Justru Mengurangi Kemacetan Di Kota Besar

17 Oct 2013

c7a627283df86d96c8c275e164c60693_datsun-go-depan

Kekhawatiran berbagai pihak mengenai mobil-mobil murah LCGC yang katanya bakal memperparah kemacetan, bisa jadi benar. Laris manisnya penjualan mobil yang dipasarkan dengan patok harga Rp.95 jutaan ini bahkan menjadi fenomena tersendiri di pasar otomotif roda empat Tanah Air. Mobil murah jagoan Daihatsu, Ayla, bahkan mampu masuk 10 besar mobil terlaris hanya dalam waktu satu bulan pasca diluncurkan, yaitu dengan angka penjualan sebanyak 4.377 unit bersama dengan kembarannya Toyota Agya yang membukukan angka penjualan sebanyak 4.123 unit.

Jika dilihat dari angka penjualan duo Astra tersebut dan potensi pertumbuhannya, ditambah dengan bakal segera hadirnya para pesaing dalam waktu dekat ini, maka pantas jika banyak pihak merasa khawatir. Namun, benarkah laris manisnya mobil-mobil LCGC ini akan menambah parah kemacetan di Jakarta dan kota-kota besar lain?

Faktanya, meskipun mobil murah ditujukan kepada para pemotor yang ingin beralih ke kendaraan roda empat atau mereka yang ingin memilki mobil pertama, konsumen potensial yang membeli mobil ini justru datang dari mereka yang telah memiliki mobil. Hal tersebut disebabkan karena logika yang paling masuk akal adalah mobil LCGC lebih cocok ditujukan kepada mereka yang ingin beralih dari mobil bermesin besar dengan konsumsi bahan bakar yang relatif boros kepada mobil bermesin kecil dengan konsumsi bahan bakar yang lebih irit sebagai kendaraan harian.

Dengan kenyataan tersebut, kekhawatiran akan bertambah parahnya kemacetan yang disebabkan penambahan massal mobil-mobil LCGC sepertinya harus mulai disingkirkan. Sebab yang terjadi bukanlah penambahan tetapi peralihan.

Bahkan sebaliknya, melalui mobil LCGC yang memiliki dimensi lebih kecil, selain menjadi lebih lincah dalam bermanuver di jalan-jalan kota yang padat tentu akan lebih hemat dalam hal penggunaan ruas jalan.

Bayangkan, jika satu orang yang biasa berangkat dan pulang kerja menggunakan mobil berjenis low-MPV seperti Toyota Avanza (Panjang x Lebar = 4,120 mm x 1,630 mm) atau mobil berjenis sedan seperti Honda City (Panjang x Lebar = 4.395 mm x 1.715 mm) beralih menggunakan mobil LCGC Toyota Agya atau Daihatsu Ayla (Panjang x Lebar = 3.580 mm x 1.600 mm) bukankah justru akan mengurangi penggunaan badan jalan.

Dengan demikian, bukankah mobil-mobil LCGC justru akan menjadi salah satu faktor yang dapat mengurangi kemacetan dijalan. Disamping tentu saja banyak faktor lain yang mempengaruhi seperti budaya berlalu-lintas dan lain sebagainya.

Selanjutnya, bagaimana jika penggunaan mobil-mobil berdimensi besar dan boros bahan bakar yang mulai dibatasi, apalagi jika hanya terdapat satu orang didalamnya, untuk kemudian dialihkan ke mobil-mobil LCGC yang lebih kecil dan irit.

Dan kepada bapak-bapak Gubernur yang khawatir kota-nya bakal tambah macet, selain ide untuk membatasi mobil-mobil berdimensi besar dan boros bahan bakar diatas, untuk kendaraan dinas dan kendaraan operasional para bawahannya diganti sama mobil-mobil LCGC saja, gmana?

Bisa lebih irit juga budgetnya, harganya juga kan jauh lebih murah. Untuk para kepala dinas dikasih Daihatsu Ayla tipe D manual aja Pak jangan mobil yang besar-besar. Hee:p

*buat yang komentar mohon sopan ya, thanks.*


TAGS mobil murah lcgc mobil lcgc kemacetan jakarta


Comment
  • jual jaket kulit murah 3 years ago

    banyak manfaat artikel yang di publish di blog ini terima kasih admin

  • nugroho tree 3 years ago

    Ngapain mikirin jakarta yang macet + banjir, di jawa mau pke mobil jadul pa baru bisa bisa ngebut smp 110km/jam..
    Tidak ada macetnya..

  • yogi 3 years ago

    LCGC memang jadi polemik, ada positif ada negatif.
    Negatif pasti banyak, lebih gampang mencari kelemahan dan kekurangan koq wajar.
    Nah saya termasuk yang positif, beli LCGC buat menggantikan mobil harian lama punya menkeu yang ber cc lebih besar + tidak effisien lagi karena sudah cukup berumur, belinya juga type tengah yang pakai dimensi ban lebih kecil dan profile tipis dibanding type tertinggi + manual dengan harapan lebih irit bbm.
    Soal keuntungan pembuat mobil wajar, tapi lebih baik bikin kebijakan LCGC dengan syarat komponen lokal 85% up dari pada nanti di gempur mobil cc kecil import saat perdagangan bebas, coba bandingkan dengan beli mobil korea seperti Hyundai i10 atau KIA Picanto yang CBU, berapa % keuntungan untuk pemasok lokal ? saya pikir hampir tidak ada ? kaca sama ban saja merk hankook bulit up dari korea.
    Bukan mau condong membela merk tertentu lho …

  • Meliodas 3 years ago

    walaupun cuman 3% tetep aja nambah macet dan 3% itu masi prediksi di lapangan blom tentu jadi gitu, kalau mau enak sih harus di jual di indonesia timur aja dan kebijakan mobil murah ttep ngikis BBM kcuali mobil murah gak boleh pake BBM bersubsidi tapi itu justru jadi aneh.. mobil murah kok harus minum BBM mahal…

  • namiraku 3 years ago

    Tahun depan penjualan mobil 11 juta unit, LCGC (mobil murah) 200.000 unit. Jadi, LCGC cuma 3 persen dari populasi mobil secara nasional. Budi Darmadi (Direktur Jenderal Industri Unggulan BerbasisTeknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian)

    so, 3% ato 97% yang bakal bikin macet tambah parah?

  • Fierlen 3 years ago

    mobil murah itu harus dibenerin sebener nya karna :
    1. Untuk kalangan bawah tapi harga 75-100 juta.. itu masih mahal , dan lagi kalau ga bisa isi premium
    2. BBM pasti naik lagi kalau mobil makin banyak
    3. Kenapa harus produk luar mobil murahnya
    4. Kalau di jakarta pasti nambah macet lah kebayang kalau yang biasa naek bus isi 10 orang , 5 orang naek mobil murah dan jalan ga bertambah lebar pasti macet
    5. Sistem ERP yg diterapin bakal bikin jalan yang ga kena ERP tambah macet
    6. Kalau diluar jakarta apalagi pedesaan jalan aja masih ga memadai masa mo naek mobil…

  • yudha bros 3 years ago

    Ane lahir di kota kecil, tumbuh besar disana dan sekarang tinggal disana yg bebas dari kemacetan..Ane sih orng yg penghasilan menengah kebawah yg bermimpi kapan ya mempunyai mobil sendiri he he.. kayak orang kota2 besar gitu.. hadirnya produk mobil murah LCGC membuat mimpi ane terwujud.. jangan cuma orang2 penghasilan menengah ke atas aja bisa beli mobil.. terimakasih banget buat program LCGC.. ( Curhat hehehe…)
    Satu hal lagi, kemacetan terjadi bukan karena hadirnya produk LCGC semata wayang aja.. tp banyak faktor lainnya jg, terutama faktor terbesarnya datang pada manusianya itu sendiri..

  • jogjawebseo 3 years ago

    mungkin bisa lihat ini kenapa bisa kontradiktif dengan keputusan yang di buat sendiri tahun 2010….

    http://tv.detik.com/readvideo/2013/11/07/000108/131107001/061009681/pemerintah-lupa-17-langkah-mengurai-kemacetan?nd771104fvt

  • Arief 3 years ago

    hehehehehe, orang ini mikir nya sempit, sesempit mobil LCGC. Toyota Agya atau Daihatsu Ayla (Panjang x Lebar = 3.580 mm x 1.600 mm) muat nya brapa orang bos? kalo pake angkutan umum brapa yg bs di angkut? brapa banyak uang yg muter tiap hari nya dr transaksi transportasi massal? brapa banyak tenaga kerja yg diserap? cb pikirin lagi

  • farhan 3 years ago

    Setuju, harga 100jt ga mungkin pemilik motor pasarnya. Pasar potensialnya mmg org2 yg sudah punya mobil. Membeli LCGC daripada tipe yg lain akan mengurangi pemakaian BBM krn ini lebih irit dan spacenya yg kecil. Ga ada LCGC pun org akan beli mobil baik sbg mobil pertama ataupun ke 2. LCGC ga akan menguasai pasar mobil krn tipenya City Car, mayoritas org Indo sukanya jenis MPV yg bawa banyak org. Pasar City Car selama ini terbatas, itupun mayoritas mmg dikota2 besar.

  • Wiet 3 years ago

    Sungguh negara ini penuh dengan ke-majemuk-an dalam segala hal. Tidak usah membahas tentang artikel di atas yang banyak membangun kontroversi, tingkah laku serta kebijakan pemerintah yang sudah berjalan pun sering beraroma kontroversi.
    Jadi, biarlah, negara ini memang super demokratis, mau begini atau begitu ya silakan, diterima syukur, jika tidak, ya silakan bersitegang… semua hal ditampung.
    Sulit mengharapkan pemimpin bangsa ini bertindak benar dan adil untuk masyarakatnya. Ya sudah, kita ini sudah banyak yang paham harus bagaimana, mengapa bukan kita saja yang mengawalinya utk melakukan sesuatu yg lebih baik, sesuai dengan profesi masing-masing… Saya pegawai swasta, setiap hari kerja kadang menggunakan motor, walaupun seringkali menggunakan mobil, sendirian. Karena motor biasanya juga dipakai anak untuk pergi kuliah. Ukurannya ya kita sendiri saja; pengen nyaman walau macet ya pakai mobil, pengen cepat ya naik motor walau kepanasan/kehujanan, pengen santai dan ga terikat waktu ya naik angkot sazaaa….
    Betapa negara ini penuh dengan pilihan, nah silakan tentukan pilihan kita sendiri

  • Erwin 3 years ago

    jadi, maksudnya agar kemacetan mobil bisa lebih parah seperti kemacetan sepeda motor begitu ? bikin artikel kok ngawur. dimensi mobil lebih kecil kok bisa bikin nggak macet. nggak mikir tuh..

  • billy 3 years ago

    ngawur ah. kl mau lancar LGCC dan semua mobil ga ada isi bbm subsidi + zona 3 in 1 berlaku di semua area jalanan jakarta jadi antara tetangga pasti akan saling nebeng daripada repot bawa mobil + isi bensin masing2.
    Logika yg nulis juga asal, kl bandingin ukuran LGCC ke avanza dan xenia jelas kecil tp kl 5000 pemotor di jakarta ganti jd mobil LGCC bisa jalan ga tuh jakarta? 1 ukuran mobil LGCC = 4-5 Motor matic kelas beat / mio di jalanan. jadi bagian mananya yang mengurangi macet??
    yg nulis sales mobil? ga pernah naik motor sm KRL?

  • ahim 3 years ago

    menurut saya yang diresahkan Jokowi adalah mobnas bukan LcGC, kalau mobnas yang digeber, lgcc lagi (mobnas lcgc) pasti banyak yang dukung

  • mamat 3 years ago

    jadi binggung katanya kemarin biar masyarakt bisa merasakan beli mobil, kok jadi yang beli orang kaya. menurut saya sih tambah macet, soalnya kan murah jadinya doi belinya banyak buat anaknya, pembantunya, ponakannya, hewan peliharaannya dikasih satu-satu.

  • JurGen (Juragan Genjik) 3 years ago

    *buat yang komentar mohon sopan ya, thanks.* —> Sepertinya anda sudah tahu (dan siap) bakal diberi komentar negatif ya.

  • Fandi 3 years ago

    Betul, anda betul betul promosi mengesampingkan Fakta……

    Masyarakat sudah pintar bung!!!!

  • SendalBolong 3 years ago

    LCGC bukan solusi mengatasi kemacetan di ibukota (banyak forum terbuka yang membahas soal ini juga), beberapa poin utama tentang LCGC ini menyoal sbb:

    1. LCGC (low cost green car) -> tidak murah dan tetap pakai BBM (low cost dari mananya?)
    2. Menguntungkan pengusaha otomotif -> tidak mendukung mobnas, karena toh LCGC tidak 100% local content.
    3. Menguntungkan pemerintah pusat via Pertamina -> konsumsi BBM akan meningkat tajam -> volume penjualan naik -> profit juga meningkat.
    4. Kemacetan akan semakin menjadi, karena tujuan utama pengendara motor, pengguna angkutan umum dan individu lainnya beralih menjadi pengguna LCGC.
    5. kembali ke konsep awal (ini bisnis bung!, kebijakan pemerintah disusul kemudian untuk mendukung bisnis supaya proses legalisasi di segala bidang bisa lancar jaya).

    Mungkin akan lebih bijaksana untuk hal sbb:

    1. Mengalihkan biaya subsidi BBM dan pajak LCGC untuk meng-GRATISkan angkutan umum terutama busway.
    2. Membangun sarana dan prasarana penunjang angkutan umum terintegrasi (bandara, stasiun kereta dan kawasan komersial).
    3. Skema tarif angkutan umum terintegrasi (bandara, stasiun kereta dan kawasan komersial) yang sangat murah (kalau perlu GRATIS yang di ambil dari berbagai sumber dana subsidi dan sumber dana surplus).

    Mengutip kata-kata bijak bahwa “….kemakmuran dan kemajuan suatu negara, bukan disebabkan karena orang miskin bisa memiliki kendaraan, tetapi dimana orang-orang kaya rela naik angkutan umum….”

  • Budi Kecil 3 years ago

    salah satu produsen mobnas di rangkasbitung, Autogas dengan produknya tawon harga mulai dr 50an jt dan mesin kecil 650 cc tanpa fasilitas LCGC untuk selengkapnya bisa mengunjungi page nya di facebook . LEBUH KECIL mesinnya, LEBIH KECIL ukurannya, LEBIH MURAH tanpa LCGC

    Ada nilai yang besar di balik desain simple dan bersahaja dari tawon.
    untuk selengkapnya bisa mengunjungi page nya di facebook .

    Salam

    https://www.facebook.com/wintawon

  • aceng 3 years ago

    Ane setuju dengan tulisan diatas, sangat logis utk mengimbangi reaksi yg spontan yang tdk berdasarkan pemikiran yg kompllit seperti langsung berfikiran bahwa dg adanya mobil murah dengan serta merta berfikir bahwa semuanya secara bersamaan dan menambah mobil yg ada berkeliaran di jalan2.
    Pertumbuhan industri akan menambah kebutuhan SDM.
    Transportasi publik tetap digalakan ada atau tdk ada mobil murah.
    Yg selama ini pake motor dan punya mobil murah tdk serta merta beraktifitas sehari-hari langsung pake mobil. Pertimbangan ekonomis bbm tetap merupakan pertimbangan penting.

  • Wiwin Adriansyah 3 years ago

    transportasi masal…harga mati :)

  • Adi 3 years ago

    Apa dasarnya pernyataan pada paragraf ketiga…
    Faktanya, meskipun mobil murah ditujukan kepada para pemotor yang ingin beralih ke kendaraan roda empat atau mereka yang ingin memilki mobil pertama, konsumen potensial yang membeli mobil ini justru datang dari mereka yang telah memiliki mobil….”

    Berani-beraninya mengkalim itu sebagai fakta ….,
    apakah ada data data statistiknya…??
    Siapa atau lembaga apa yang melakukan surveynya..?
    Siapa saja yang menjadi respondenya…?
    berapa banyak respondennya..??
    Apakah validitas datanya bisa dipercaya…?
    apa metoda perhitungan yang dipakai..?
    Berapa sampling errornya..??

    Jangan suka mengklaim sesuatu yang belum pasti hanya berdasarkan emosi yang menggebu-gebu atas suatu pendapat, yang belum tentu benar…

  • Dimas Wibowo 3 years ago

    LCGC dan semua mobil dan motor diharuskan pakai petramax saja….KRL dan Busway di permurah…dana subtitusi didapatkan dari ERP ticket, denda mobil dan motor masuk jalur busway - motor 1 juta dan mobil 2 juta - parking sembarangan denda 1 juta motor dan 2 juta mobil…

  • MAHASISWA 3 years ago

    Alhamdulillah, dari komentar komentar diatas dapat diketahui bahwa masih ada beberapa atau mungkin banyak pihak yang ingin menyelamatkan wajah INDONESIA.
    Seandainya kita dapat duduk bersama-sama untuk berdiskusi serta mengkaji mengenai isu “LCGC” ini. Untuk benar-benar bertindak, bukan sekadar berkata-kata bijak tanpa usaha :)

  • Abeng 3 years ago

    Penulisnya Salesman mobil…….

  • sugiono 3 years ago

    Iklan ya

  • analis kritis 3 years ago

    Yang betul itu pindah ke transportasi publik yang nyaman aman dan murah bukan bikin mobil murah. studi banding saja dengan kota” besar yang jumlah penduduknya padat. mereka menyediakan transportasi publik yang nyaman dan murah. MRT, Bus, Monorail itu baru bener bukan mobil murah. sebagian besar penduduk berpindah tempat dengan berjalan kaki menuju transportasi publik(stasiun MRT, Bus, monorail) jadi jalan raya tidak macet tapi trotoar yang lebar dan hijau. yang menyedihkan budaya orang indonesia itu merusak, dikasih transportasi publik malah dirusak dan dikotori bukannya merasa memiliki entah bagaimana nasib MRT nanti kalau sudah jadi apakah akan banyak coretan-coretan atau malah bangkunya pada lepas.

  • jokergituloh 3 years ago

    Bukannya sasaran pertamanya supaya yang naik motor jadi bisa ngerasain naik mobil..? saya biasa naik mobil bagus ogahlah suruh naik lcgc.. kalo buat anak saya belajar bolehlah.. nanti kalau sudah lancar ya ganti lagi yang bagusan.. hehe.. hitungnya kok dari mobil besar jadi mobil kecil. hitunglah dari naik motor yang 2x 0.5 meter jadi 3.5 x 1.5 meter.. wkwkwk macet la yau.. yang bener ya bikin MRT yang keren kayak singapore.. gue juga ogah naik mobil mending naik MRT..

  • anto_ndeso 3 years ago

    sekarang belum kelihatan bos.. karena belum semua atpm ngeluarin lcgc, nanti setelah satu tahun baru ketahuan bikin macet gak mobil murah ini.
    Tapi dari hasil pengamatan pembeli kebanyakan dari karyawan perusahaan yang bergerak dibidang otomotif dan elektro dan komponennya.
    tolong perhatikan kalangan masyarakat yang gak punya kerjaan, jangankan umr buat makan aja susah…

  • banyusetyaji 3 years ago

    ya yng bagus nya bos… kalo gak pakai kendaraan pribadi.. pakai transportasi umum itu sudah sangat jelas, akan mengurani kemacetan di jalan

  • mamase 3 years ago

    Mo LCGC mengkerut sampe seukuran 3M x 1,5 M pun percuma, klo yg naek cuman 1 orang doank. Kalo space sisa tidak digunakan, tetep saja boros tempat..

  • Topanio 3 years ago

    Ini namanya pembenaran diri
    Gmana caranya orang miskin bisa dientaskan, diberi keadilan untuk lbh sejahtera?
    Bukan memberi peluang ke pengusaha.harusnya beri peluang usaha buat org miskin.
    Pengusaha dibiarkan saja udah bisa gerak.
    Kalau org miskin?

  • ga usah bingung 3 years ago

    Ga usah di pikir berat2 yang namanya macet itu dah ga bisa di hindari. Bukan salah mobil, jalan dan tempat parkir…yang salah itu kita, jumlah pertambahan penduduk semakin meningkat….khususnya dikota besar semua pada mau ke kota, beda dengan di desa sepi….jadi yang perlu difikirkan itu bagaimana memajukan desa, agar urbanisasi bisa di kurangi…. lah gaya tok ancene, semua mau jadi orang kota….ya akibatnya numpuk puk puk

  • kunci lemari 3 years ago

    semua mobil 1500 cc ketas ganti ke LGCC pasti hemat BBM

  • orangjakarta 3 years ago

    Kondisi sekarang; bbm subsidi masih harus ada dulu spy rakyat jangan ribut, lalu dipasangi smart card utk membatasi, lcgd dikeluarin dulu spy lobi k bisnis mobil tetap lancar, tanpa lobi dr merek mobil gak akan indonesia bisa dapat bantuan membangun jalan dr jepang atau bank dunia. Padahal mass transport baik sekali untuk rakyat jakarta tapi jelek banget utk industri mobil dan motor. Trus bagaimana dg biaya sistem smart kard, biaya kemacetan (entah krn lcgc ataupun bukan lcgc), jatuhnya ya dari dana pajak kita. Saya sih pakai transjakarta saja, bayar bbmnya rame2 drpada sebel seminggu habis 150ribu utk bbm doang plus habis waktu. Setuju dg Jokowi, harusnya transport murah bukan mobil murah.

  • Agya 3 years ago

    Wuah 3x, pulang ke kampung halaman saja semua. Tak ingatkah kampung kita perlu orang2 pintar seperti agan-agan ini.
    Di kampung kita tak perlu ribut dengan LGLC, yang diperlukan adalah hiruk pikuk untuk berbuat bagaimana mengembangkan potensi kampung halaman kita nan indah ini.
    Lagian siapa suruh datang ke Jakarta???
    Peace 7x …..

  • ayamgoreng 3 years ago

    ngaco ini pikirannya, orang2 kaya ga mau pake mobil murah gituan…. wong petinggi2 di kantor aku aja pakenya minimal Fortuner/Altis/Accord…… g ada itu yg pake jazz/innova/avanza…. boro2 mobil LCGC. ngawur

  • iwan sudjatmiko 3 years ago

    ada supply ada demand, ada kemacetan ada transportasi massal, biarin aja mereka bermacet macet ria, ntar juga bosan sendri, dan ketika Transportasi massal sudah nyaman tentunya ntar akan berkurang kemacetan ….

  • angga 3 years ago

    tetep aja macet bray. mau pake teori badan jalan kek, lebar kendaraan kek. coba pikirin lagi, mobil murah, udah murah bisa di kredit lagi, sorang sekampung beli semua, begitu jalan semua, apakah jalan tetep lancar ? apakah nggak macet, ? belum lagi ditambah orang yang beralih ke mobil murah ini, .. harusnya tu ya, trasportasi umum dibenerin, nyaman, jadi yg punya mobil bisa beralih ke angkutan umum. peraturan lalin juga ditertibkan, itu baru namanya mengurangi kemacetan

  • langkir 3 years ago

    mobil besar mobil kecil sama banyaknya. macet ya resiko tingal gimana kita menyikapi dan mensiasatinya, GITU AJA KOK REPOT

  • 4ntoo 3 years ago

    yang perlu diperjelas dan diperbaiki itu sistem perparkiran, jika :
    – TARIF parkir dibikin Rp.5000-10.000/jam (tergantung daerah parkirnya) pasti masyarakat akan memikirkan naik transportasi massa dan lagi,
    – bepergian jarak 100-300 meter tidak perlu lah naik kendaraan (roda2/4), jadi;
    keuntungan sekaligus dapat diraih :
    – mobil dijalanan berkurang, pemasukan kas daerah bertambah, badan sehat, polusi udara berkurang…….
    – dan so pasti pemilik LCGC yang notabene sebagian besar masyarakat gol menengah akan berfikir panjang untuk membawa mobil setiap hari ke kantoran/tempat kerja

  • boe 3 years ago

    yg jelas kl harga mobil murah, semakin banyak orang beli mobil, sedangkan pertumbuhan jalan kecil, jd semakin macet. mau mobil gede atau kecil. jd mobil semakin dimahalin aja dan bikin transpotasi massal yg murah.

  • Jual cat mobil, tembok worldstar 3 years ago

    Sekalipun mobilnya murah atau mahal tetap aja kalau kemacetan selalu ada

  • Atat 3 years ago

    Yang paling bagus itu kalau Ada yg berani larang semua Mobil impor dijual di Indonesia. Yg boleh hanya buatan dalam negeri saja. Sekarang yg macet Kita, yg untung siapa ayo????? Tapi Ada gak yg berani ambil keputusan berani seperti itu. Asal gak takut dikeroyok sama negara lain. Kira2 siapa yg berani?

  • Noerjono 3 years ago

    Kalo menurut saya sih, motor yang bikin macet.. Nyusup sana nyusup sini, Pengendara motor jg cenderung “lebih ngawur” dalam bermanuver, membuat jalanan ruwet..
    Andai, lalu lintas ditertibkan. sebenernya sudah mengurangi kemacetan, pengguna jalan umum yang tidak mematuhi rambu2 dan marka jalan langsung tilang aja, truz pengendara motor dijakarta semua dialihkan ke transportasi umum, ato mungkin jalur untuk motor dan mobil dipisah. dijamin kemacetan berkurang 50%. jossssss

  • Feriawan 3 years ago

    ini karena para pekerja ngantornya di wilayah jakarta.. model virtual office coba deh dipikirkan, pegawai kerja di pinggiran jakarta aja, perkantoran di jakarta hanya digunakan untuk keperluan meeting bos2 atau ketemu klien, atau proses rekrutment atau meeting dengan yg terkait birokrasi pemerintah aja..

  • Hilman 3 years ago

    @kampungan Hahahha…betul betul, berani hidup di kota besar harus berani terima resikonya juga. Aku udah merelakan menginggalkan jakarta dengan gajinya yg gede pindah ke kota kecil yg gajinya ga seberapa pula yang penting cukup dan lingkungan yg nyaman :P

  • Hilman 3 years ago

    Saya kira tidak perlu kawatir sebagian besar pengguna sepeda motor beralih ke LCGC, karena harga LCGC yg 100jt masih jauh dari kemampuan pengguna motor. Logikanya pemakai motor saat ini ada alasan2nya, belum mampu beli mobil, atau biar hemat waktu, tidak punya garasi buat mobil dll. Seandainya pemakai motor saat ini mampu beli mobil maka dia bisa beli juga mobil bekas seharga 50-70jt. Jadi kekawatiran pemakai motor beralih memakai LCGC terlalu berlebihan.

  • Skeci 3 years ago

    kenapa orang\ ingin berpindah ke mobil murah dibandingkan ke transportasi umum?

    fasilitas: bisa kita lihat saja fasilitasnya seperti busway atau transjakarta yang penuh sesak seperti batang korek yg diikat.

    biaya: menggunakan kendaraan umum tidak bisa benar\ tepat sampai ke tujuan yg kita inginkan, kebanyakan harus berjalan beberapa jauhnya lg.

    keamanan: hal yang paling penting adalah kemanan. Tidak ada yg bisa menjamin keamanan di dalam kendaraan umum seperti copet misalnya?

    pemerintah harus memperbaiki fasilitas penunjang transportasi massal agar masyarakat terdorong untuk menggunakannya, bukan dengan pemaksaan pajak kendaraan dan tarif parkir yg tinggi.

    Akal\an kenaikan pajak yg tinggi bisa juga supaya korupsinya makin banyak?

    janganlah berpikiran sempit terhadap org yg tidak ingin berpindah ke transportasi massal karena mereka tidak nyaman menggunakannya.

  • anhar 3 years ago

    Kenapa ya, opsi rekondisi tidak pernah diperhatikan. Padahal dengan rekondisi, mobil tua yang boros dan kurang layak jalan bisa di up grade. Jumlah mobil tidak bertambah, tapi maikn baik dan irit. Banyak karoseri lokal cukup mumpuni, apalagi sejak perakitan yang langsung ATPM, karoseri lokal perlu diberi kesempatan. Urusan otak-atik kan orang Indonesia jagonya. Tenaga kerja yang terserap juga sangat banyak. Daripada kebijakan LCGC yang lucu itu…

  • kampungan 3 years ago

    mari kita galakkan semboyan \ayo hidup di kampung\……jika ditaati masti ga ada macet kyk di jakarta. mobil besar, mobil kecil, lcgc, mobil jadul….motor, ontel…..monggo…

  • Joni 3 years ago

    Sudah jelas-jelas target pemerintah adalah supaya rakyat miskin bisa membeli mobil dan bukan supaya orang kaya menukar mobil mereka yg sekarang dg mobil murah, jadi teori/konsep penulis sama sekali tidak benar, karena semua mobil murah yg baru ini akan menjadi tambahan beban macet di kota besar.

  • semprul 3 years ago

    empat orang yang beralih dari mobil besar ke kecil dibanding satu orang yang beralih dari motor ke mobil kecil, gedean mana luasnya ya ???

  • Meong 3 years ago

    Meong. Mobil LCGC gak ada aja udah macet jalan dan ditambah lagi ada. Kayak macam apa jalan di Jakarta ini. Parah bener nih aturan di jakarta.

  • PengamatBukanPenikmat 3 years ago

    Mungkin bisa dibilang setuju atau tidak setuju juga.
    Setujunya bisa dilihat dari size kendaraan yang lebih kecil dari kebanyakan mobil yang ada sehingga pengguna mobil besar ada beberapa yang akan berpindah ke mobil jenis ini.
    Tidak setujunya adalah para golongan menengah yang saat ini bawa motor dengan reason supaya irit bensin akan berpindah juga ketipe ini karena lebih nyaman, tetep irit dan harga terjangkau. Otomatis size kecil motor digantiin sama LCGC yang lebih besar. Jadi kalau diliat dari pro cons diatas, kayanya LCGC ga mengurangi tapi juga mungkin ga nambah kemacetan. Sama aja kayanya.

  • Bambang Abdullah Syukur 3 years ago

    pemerintah salah langkah dalam mengeluarkan mobil murah ini,malahan akan semakin macet aja jalanan kota jakarta ini,seharusnya memperbaiki fasilitas transportasi umum yang ada bukan malah didiamkan begitu saja.

    jangan lupa mampir kesini Berita terupdate dan terpercaya iyaa.com

  • kucink 3 years ago

    ya elah, orang yg udah biaya naek fortuner, honda civic, city, rush, even avanza, mana mau beralih ke LGCC. 2 kata: kenyamanan & prestige. jadi teori kalo lgcc bukan penambahan atau peralihan, is just DEAD wrong!

  • yunuschn 3 years ago

    yaw mungkin yang pernah hidup di jakarta atau kota-kota besar lain, akan merasakan kondisi macet itu gimana,,
    nah misal ada penambaan volume mobil dengan adanya mobil murah itu gimana?? dan juga infrastuktur jalan tidak bertambah? itu juga PR bagi pemerintahah dan warga yang hidup disana,, percuma saja punya mobil tapi jalanan macet,, bisa tua di jalan,,

  • anes 3 years ago

    Klo jaman dulu mobil ato motor itu besar-besar lohhhh… coba deh jangan membalikan fakta dengan ukuran.. bedanya dulu ma sekarang itu banyaknya tauuuuu.. aneh ga ngerti2 juga.. makasihh

  • Jontor 3 years ago

    Yang nulis agak kurang pinter…mau punya mobil murah? Di Indon itu harga mobil 300% lebih mahal dari harga normal..harusnya hilangin aja pajaknya jadi NOL PERSEN…
    dengan catatan, BBM JANGAN DISUBSIDI. Jadi kalo merasa mampu beli mobil, artinya harus mampu beli bensin tanpa disubsidi. Yang disubsidi itu hanya angkutan, kesehatan dan pendidikan, buat apa bbm disubsidi ga ada gunanya untuk jangka panjang

  • herra 3 years ago

    Tul tuh kt abang” di atas.
    kl yg lama dijual sih gpp.
    ni jd nambah. yg tadinya mau beli innova 1, jd beli LCGC 3. buat anak”nya kuliah.
    buat istri ke kantor.
    entahlah..
    dilarang ga dilarang org yg pny duit ttp beli..
    aku yg gak pny duit cm bisa komentar..
    hee

  • Anrianus 3 years ago

    Seperti kata Pak JK, Emangnya mobil mahal nggal bikin macet…

  • Bang Alex 3 years ago

    Coba dibandingkannya pir to pir. Jangan bandingkan mobil dengan motor atau dengan sepeda. LCGC diharapkan bisa memperkecil pemakaian ruas jalan, dan memperkecil pemakaian BBM. Buat yang sudah berkeluarga dan punya anak sampai 2 orang, masih sangat cocok pakai mobil ini, daripada mereka naik motor kan lebih kasihan dan berbahaya. Kalo bodi tipis, mobil mana sih yang masih tebal bodinya? Jangan dikira harga menentukan ketebalan? Lihat aja dr engine, yg lain pakai besi cor, yg ini sudah aluminium alloy. Pasti berat kendaraan turun jauh. Dan banyak design kreatif lainnya. Kalo ttg Transjakarta, coba deh liat lagi kondisinya sekarang. Bukannya tidak membela public transport, tpi kondisinya saat ini transjakarta lebih mirip bus angkut ternak. Rusak dimana2. Pak Jokowi mau datangkan beberapa unit tambahan, tapi yang hancur lebur tidak ada penggantinya. MRT & Monorel baru ada 4 tahun lagi. Itupun kalo lancar.

  • Mas Ipin 3 years ago

    Kalau mau memaksa pengendara mobil besar pindah ke LGCC, banyak yang bisa dilakukan asal semua pihak punya visi yang sama. Pembatasan berkeliarannya mobil2 besar bisa “diakali” misalnya dengan ERP khusus mobil besar di mayoritas jalan raya, pengenaan pajak progresif naik setiap tahun, pembedaan tarif tol, pemberlakuan 3 in 1 atau bahkan 4 in 1 khusus mobil besar, mobil dinas wajib LGCC dan lain-lain. Bagi yang tiap hari terjebak macet di tol pasti merasakan, bagaimana seandainya mobil2 besar yang hanya berpenumpang 1 orang menggantinya dengan LGCC, pasti space jalan akan berkurang secara signifikan. Tempat parkir kantor2 akan memuat lebih banyak kendaraan dari yang sekarang ada. Yang penting konsumen LGCC bukan migrasi dari pengguna motor. Siapa bisa jamin ?

  • abu hanum 3 years ago

    Semakin banyak punya mobil, semakin banyak perlu lahan parkir. Lihat saja di perkampungan jakarta, mobil pada parkir berderet-deret di jalanan. Apalagi kalau malam. Banyak masyarakat yang punya mobil tapi tidak punya garasi. Bahkan yang tinggal di gang-gang berani punya mobil. Tempat sewa lahan parkir dipemukiman selalu penuh dan harus antri untuk menyewa. Termasuk halaman rumah pinggir jalan yang kosong pun selalu jadi incaran untuk tempat parkir.
    Akhirnya jalan-jalan diperkampungan ikut mengalami kemacetan lokal karena jalan dipakai juga buat garasi.

    (Jangan selalu membayangkan, yang punya mobil itu tinggal di komplek-komplek perumahan yang memang jalannya didesain lebar dan hanya digunakan oleh warga komplek).

  • ordinary man 3 years ago

    dengan adanya mobil murah, anak2 sma atau mahasiswa yang tadinya naik motor atau kendaraan umum jadi naik mobil… dengan asumsi cicilan 2 juta per bulan selama 5 taun, cukup banyak lah yang bisa beli… akibatnya cawang ke pancoran makin gila macetnya..

  • niandinia 3 years ago

    Bener…klo dimensi tidak bisa jadi ukuran.. lupa ya klo yg tdnya sepeda motor bs jadi ganti Mobil smua?
    Sbtlnya undang2nya yg hrs tegas. Misal pajak tahunan I- 5%, tahun II 10% DST hingga thn V-25% atau total 75%. Tahun ke VI -50% atau beli yg baru. Jadi Mobil2 law as dijual, diganti pemerintah ditampung utk d hancurkan. GRES smua gak bikin lelet, ramah lingkungan.
    Tarif parkir mobil minim 100rb atau 500rb. Jd orang ngempet utk pke Mobil..
    Lowong & gak macet deh..

  • oomhar 3 years ago

    Kalo saya sih justru makin memperparah keruwetan lalu lintas….memang benar orang yang sudah punya mobil besar akan membeli mobil ini….akan tetapi kenyataannya penggunaan mobil ini justru patut dipertanyakan…sebab biasanya mobil kecil ini diberikan kepada istri atau anaknya.Bukan untuk dikendari oleh para boss atau bapak-bapak yang kaya dan biasanya tidak mau pakai mobil kecil ini.. Para bapak/boss biasanya pake mobil besar dan driver/sopir…Jadilah jumlah mobil bukannya berkurang malah bertambah….

  • aldi rangga 3 years ago

    klo saya setuju pak jokowi yang dibutuhin bukan mobil murah tapi transportasi murah dan cepat sampai ke tujuan tidak macet, berkurangnya kemacetan variabelnya bukan dimensi kendaraan panjang x lebar yang lebih kecil dari LGCC tapi orang yang berada di kendaraan tersebut yang merasakan kemacetan atau orang/kend satuannya, jadi tolong dilihat lagi rumusnya mungkin salah itu

  • kaizo 3 years ago

    jika hanya dipikir 100 mobil low MPV atau sedan yang berganti menjadi mobil LGCC memang terlihat akan ada pengurangan, tapi kan juga harus dihitung pengendara motor dan orang yang awalnya naik kendaraan umum yang jumlahnya 2x atau mungkin 3x (bisa jadi lebih) pengguna mobil juga beralih ke mobil LGCC.
    Menurut saya benar seperti yang dikatakan pak jokowi “Mobil murah itu tidak benar, yang benar itu transportasi murah”

  • Pak Naga 3 years ago

    Menurut pendapat saya, golongan menengah akan beralih dari motor ke mobil murah karna sudah terjangkau dan kalangan atas akan beralih dari mobil cc gede ke mobil cc kecil. Jadi tetep saja nambah. Jadi sama saja. Klo menurut saya yang lebih baik dan membuat smuanya sejatera adalah, pindah ke transportasi publik saja. Ini adalah yang paling smart.

  • primasmg 3 years ago

    menurut saya masalah bukan pada mobil kecil/besar atau transportasi masal, tetapi pada pemerintah dan penegak hukum yang ternyata tidak memiliki satu misi dan visi konsep transportasi indonesia masa depan.

  • reza 3 years ago

    Seperti yang bung Achai bilang, hal tersebut bisa terjadi kalau mobil LCGC menjadi pengganti mobil lama (dengan catatan mobil lama tidak dpakai lagi), tapi kemungkinan yang juga terjadi ialah: tadinya satu keluarga memakai satu mobil, sekarang satu keluarga bisa memakai 2 atau lebih mobil, karena mobil lama tetap di pakai.

    Logika sederhana, tidak mungkin orang yang sudah nyaman dengan honda city, rela berpindah memakai LCGC yang tidak lebih nyaman, dan tidak lebih bergengsi.

  • Ramadhani 3 years ago

    Asumsi mengurangi penggunaan jalan itu bisa berdampak kalau seluruh kendaraan roda 4 berbadan besar yang ada sekarang menggantinya dengan dimensi LCGC dan tidak ada pertambahan pembelian kendaraan roda 4. Mungkin??
    Bbrp hal lagi yg harus dilihat : 1) jika dia single tidak masalah membeli mobil dimensi kecil, namun beda hal bagi yang sudah berkeluarga 2) papa punya 1 mobil dipake bareng sama mama, mobil papa dijual laku 170jt, ditambah dikit supaya bisa beli LCGC 2 unit buat mama dan papa, atau nambah aja dari yg ada mumpung murah sekalian buat si anak (skenario yg sangat mungkin) 3) Jika benar LCGC harus pakai pertamax maka yg sudah punya mobil yg bisa isi premium akan tetap mempertahankan mobilnya. 4) kalau baca iklan roda 4 belakangan ini, DP mobil non LCGC makin mudah (bisa dicicil) bisa jadi DP LCGC akan sama dengan DP awal non-LCGC, makin gampang beli mobil judulnya.

  • Ardy 3 years ago

    Kalo tolak ukurnya cm dimensi kenapa ga semua orang aja “dipaksa” beralih ke sepada motor
    Toh juga dimensinya lebih kecil :)
    Harag lebih murah
    Bensin lebih irit :)

  • dengkul_mlocot 3 years ago

    dimensi kecil jangan dibuat untuk memperapat barisan bang.. tapi digunakan untuk menambah jarak aman.. biar kagak sunduldulan..

  • timlepis 3 years ago

    apakah mungkin orang kaya yang memang butuh “prestis” mau memakai mobil LGCC untuk sehari2? atau memang yang punya mobil low MPV (mis=financial mrk cuma sanggup punya satu mobil) dari awal pemikiran untuk mereka yg butuh daily use juga berkepentingan buat weekend bersama keluarga akan beralih ke LGCC?

  • Marwan 3 years ago

    Menurut saya soal LCGC bukan masalah macet apa nggak. Ga ada mobil murahpun juga akan macet mengingat pertumbuhan kendaraaan yang begitu pesat. Ga beli mobil murah pun orang akan membeli mobil bekas. Prosentase jumlah mobil murah juga ga seberapa dengan pembeli mobil2 sekelas avanza dll. ini bisa dilihat data penjualan mobil baru.

    Kalau dilihat dari segi positifnya pembeli mobil pertama dengan budget terbatas menjadi punya 2 alternatif membeli mobil bekas atau mobil murah yang hemat BBM, Sukur2 yang punya mobil gede dan boros BBM membeli juga mobil murah ini dan mengandangkan mobil besarnya di garasi rumah.

    Lebih bagus lagi kalau orang yang punya mobil sadar akan ini dan beralih ke transportasi masal dan tentunya pemerintah mendukungnya dengan infrastruktur yang lebih bagus.

  • edy 3 years ago

    Tapi lcgc semakin tidak menjamin keselamatan pengemudi dan penumpang nya… untuk pengaman keselamatan nya semua tidak di lengkapi apa lagi body mobil yang tipiis

  • hilman 3 years ago

    klo menurut saya sih malah jadi ambah macet ,walaupun mobil lgcc itu lebih kecil badannya tp klo banyak ah yah makin parah

  • Andy 3 years ago

    Sekarang dibalik deh pemikirannya .. Kalau yang sebelumnya 1 mobil 1 orang. Kalo ada 600 orang = 600 mobil kan ? Nah .. kalo 600 orang itu pindah ke transportasi masal, katakanlah busway. 1 busway muat 60 orang. Butuh hanya 10 bis. Akan lebih lega lagi jalanan kan ?? hehehe

  • achai 3 years ago

    teori badan mobil lebih kecil dan bs ngurangi kemacetan sangat betul, jika…….. mobil2 yang lama di larang jalan, sesuai dengan jumlah mobil baru yang keluar.

-

Author

Follow Me